Dinas Sosial Kabupaten Sidoarjo Gelar Pelatihan Tim Reaksi Cepat: Siap Hadapi Bencana dengan Lebih Tangguh
Siapa bilang menghadapi bencana alam itu mudah? Butuh persiapan matang, tim yang solid, dan pengetahuan yang mumpuni. Itulah mengapa TAGANA (Taruna Siaga Bencana) Kabupaten Sidoarjo mengadakan pelatihan khusus untuk Tim Reaksi Cepat (TRC) mereka.
Pada 22-23 Agustus 2025 kemarin, Hotel Royal Orchid di Kota Batu menjadi saksi kegiatan penting ini. Dinas Sosial Kabupaten Sidoarjo menyelenggarakan "Peningkatan Kapasitas Tim Reaksi Cepat TAGANA" yang diikuti oleh 28 anggota TAGANA plus satu pembina.
Acara ini bukan sekadar kumpul-kumpul biasa. Tujuannya sangat serius: mempersiapkan tim yang benar-benar siaga dan kompeten ketika bencana datang. Karena faktanya, bencana tidak pernah memberi tahu kapan akan datang, bukan?
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sidoarjo, Drs. H. Ahmad Misbahul Munir, M.Si, langsung membuka acara ini. Kehadirannya menunjukkan betapa seriusnya pemerintah daerah dalam mempersiapkan tim tanggap bencana yang handal.
Yang bikin acara ini makin berbobot adalah deretan narasumber yang luar biasa. Bayangkan, peserta mendapat ilmu langsung dari para ahli di bidangnya:
1. Dukungan Politik dan Anggaran
H. Moch. Dhamroni Chudlori, M.Si (Ketua Komisi D DPRD Sidoarjo) bersama H. Sutadji hadir untuk memastikan TAGANA punya "punggung" yang kuat. Mereka menekankan pentingnya dukungan kebijakan, anggaran yang memadai, dan regulasi yang jelas. Intinya: TAGANA tidak berjuang sendirian!
2. Strategi Perlindungan Pengungsi
H. Sukardi SH MSi, dari ( Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur ) membagikan ilmu tentang "Klaster Perlindungan dan Pengungsian". Materinya mencakup semua fase - mulai dari sebelum bencana terjadi, saat bencana berlangsung, hingga pemulihan pasca bencana. Yang paling penting: bagaimana melindungi kelompok-kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan penyandang disabilitas.
3. Teknik Penyelamatan Profesional
Nah, ini yang paling seru! H. Johan Septiadi ( Basarnas Surabaya ) langsung turun tangan mengajarkan teknik-teknik penyelamatan (SAR). Peserta belajar cara koordinasi operasi pencarian dan penggunaan sistem marking INSARAG yang standar internasional. Pantas saja peserta sangat antusias di sesi ini!
4. Koordinasi dan Asesmen Cepat
Twi Adi ( Koordinator TAGANA Provinsi Jawa Timur ), berbagi pengalaman tentang peran krusial TRC dalam melakukan asesmen cepat saat bencana. Bagaimana cara berkoordinasi dengan berbagai instansi dan menyusun laporan kaji cepat yang akan jadi dasar bantuan selanjutnya.
Selama dua hari, suasana pelatihan sangat hidup. Peserta aktif bertanya dan berdiskusi, terutama saat materi teknis dari Basarnas. Terlihat jelas kalau mereka serius ingin belajar dan meningkatkan kemampuan.
Kegiatan ini diikuti oleh 28 anggota TAGANA yang dipimpin Pembina TAGANA Sidoarjo Kristian Yudi Arianto. Tim yang terdiri dari laki-laki dan perempuan ini mencerminkan semangat gotong royong dalam menghadapi bencana.
Beberapa nama anggota TAGANA Sidoarjo yang ikut serta ambil bagian, Nur Rukhiyati, M Abu Amar, M Iwan Fauzi,Febri Handaka Pratama. Sugeng Setiawan. M Indri Setiawan. Nandar Kusnindar. Dias Anggara. Suaidi Bakhtiyar Evendi. Abdul Kholiq, Roiq Hidayat, M Dicky Ramadhan Saputra, Zainul Fanani, Yoyok Meilianto, Agus Harianto. Selamet Hariyadi. Margiono. Mustika Bayu H P. Zainal Abidin. Agus Ery Susanto. Fakhrudin. Imam Sholikhin. Oky Setiawan. Elham. Susilowati. Dwi Indayati. Ribut Erawati dan Santi Pratiwi. Mereka semua siap menjadi garda terdepan ketika bencana menerjang.
Menurut catatan penyelenggara, kegiatan berjalan sangat lancar dan tertib. Yang paling penting, materi yang disampaikan benar-benar bermanfaat untuk memperkuat kapasitas TRC TAGANA.
Kehadiran narasumber dari berbagai instansi - mulai dari DPRD, Dinas Sosial Provinsi, Basarnas, hingga koordinator provinsi - menciptakan sinergi yang kuat antar pemangku kepentingan. Ini penting banget, karena penanganan bencana butuh kerja sama semua pihak.
Dengan bekal pengetahuan dan keterampilan baru, TAGANA Kabupaten Sidoarjo kini lebih siap menghadapi berbagai kemungkinan bencana. Mereka tidak hanya punya semangat tinggi, tapi juga dibekali teknik-teknik profesional yang standar nasional dan internasional.
Pelatihan seperti ini memang sangat diperlukan. Karena dalam menghadapi bencana, tidak cukup hanya dengan niat baik - butuh keterampilan, pengetahuan, dan koordinasi yang solid.
Semoga ke depannya, TAGANA Sidoarjo bisa terus mengembangkan kapasitasnya dan menjadi contoh bagi daerah lain dalam kesiapsiagaan bencana. Karena pada akhirnya, kesiapan kita hari ini akan menentukan seberapa cepat kita bisa bangkit ketika bencana datang.
"Artikel ini disusun berdasarkan laporan kegiatan Pusdalops TAGANA Kabupaten Sidoarjo"
Belum ada Komentar untuk "Dinas Sosial Kabupaten Sidoarjo Gelar Pelatihan Tim Reaksi Cepat: Siap Hadapi Bencana dengan Lebih Tangguh"
Posting Komentar